EVALUASI DAN AKREDITASI PENDIDIKAN

Posted: Mei 21, 2012 in Uncategorized
  1. A.   Pengertian Evaluasi dan Akreditasi
    1. Evaluasi atau penilaian dapat diartikan: “sebagai proses pengukuran dan pembandingan daripada hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai.”(Siagian,1977).
    2. Oteng Sutisna (1979): “Penilaian ialah mengukur dan menilai hasil-hasil dari program-program serta pelaksanaan-pelaksanaan untuk mengetahui betapa baik tujuan-tujuan telah tercapai dan berapa para guru dan personel lainnya telah tumbuh secara profesional.”[1]
    3. Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data; berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan.[2]
    4. Akreditasi berdasarkan UU RI No. 20/2003 pasal 60 ayat (1) dan (3) adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka. Kriteria tersebut dapat berbentuk standar seperti yang termaktub dalam pasal 35 ayat (1) yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.[3]
    5. Menurut wikipedia, akreditasi atau pentauliahan adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadaap suatu lembaga pendidikan swasta. Salah satu contoh akreditasi adalah akreditasi pada metode tes laboratorium dan sertifikasi spesialis yang diperbolehkan mengeluarkan sertifikat resmi suatu yang telah memiliki standar.[4]
    6. Akreditasi sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu sekolah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan.[5]

 

  1. B.  Manfaat Evaluasi dan Akreditasi

Manfaat evaluasi program yaitu:

  1. Bagi pelaksana program berguna untuk dasar penyusunan laporan sebagai kelengkapan pertanggungjawaban tugas.
  2. Bagi lembaga atau badan yang membawahi pelaksana program mempunyai data yang akurat sebagai bahan pengambilan keputusan, khususnya untuk kepentingan supervisi.
  3. Bagi evaluator luar dapat bertindak dengan obyektif karena berpijak pada data yang dikumpulkan dengan cara-cara sesuai dengan aturan tertentu. [6]

Sedangkan kegunaan data evaluasi diklarifikasikan menjadi empat golongan sebagai berikut:

  1. Penggunaan Administratif
    1. Administrator dapat menggunakan hasil atau data evaluasi untuk melengkapi kartu catatan-catatan tingkah laku murid, minat, kecakapan, dan kartu kumulatif murid, dan menjadi suatu dasar bagi evaluasi pertumbuhan dan perkembangan individu atau pengelompokan kelas.
    2. Untuk melengkapi laporan-laporan kepada wali murid.
    3. Digunakan sebagai catatan-catatan objektif dan sistematis dari siswa jika seorang murid pindah kesekolah lain.
    4. Penggunaan instruksional
      1. Untuk membantu atau menolong guru dalam cara mengajar yang lebih baik.
      2. Untuk menentukan status kelas atau murid dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan pokok kurikulum.
      3. Penggunaan bagi Bimbingan dan Penyuluhan
        1. Untuk memberikan bimbingan dan penaseharan terhadap siswa dalam hal pertumbuhan dan perkembangan fisk, mental, emosional, dan sosial seperti bimbingan dalam memili jurusan, memilih sekolah lanjutan, dan mengenal minat dan kecakapan sendiri.
        2. Bimbingan vocational terutama penting bagi sekolah lanjutan, seperti hal memilih jurusan atau lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pribadi serta kemampuan siswa.
        3. Penggunaan bagi Penyelidikan

                        Digunakan bagi keperluan tjuan penyelidikan seperti dalam penyelidikan tentang bagaimana keefektifan mentode mengajar yang berbeda . Selain itu dapat juga digunakan dalam penyelidikan mengenai kesulitan-kesulitan belajar siswa, kecakapan, dan sifat-sifat pribadi dari siswa tertentu.[7]

Hasil akreditasi sekolah atau madrasah yaitu:

  1. Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah/madrasah dan rencana pengembangan sekolah/madrasah.
  2. Umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah.
  3. Motivator agar sekolah/madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik ditingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional.
  4. Bahan informasi bagi sekolah/madrasah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah,masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana.
  5. Acuan bagi lembaga terkait dalam mempertimbangkan kewenangan sekolah/madrasah sebagai penyelenggara ujian nasional. [8]

 

  1. C.  Tujuan Evaluasi dan Akreditasi
    1. Tujuan Evaluasi
      1. Untuk mengumpulkan atau memperoleh data tentang hasil-hasil yang telah dicapai pada akhir suatu periode pelakssanaan program.
      2. Untuk mengetahui kesulitan atau hambatan yang dialami dalam pelaksanaan program.
      3. Untuk memperoleh dasar bagi pembuatan atau pengambilan keputusan dalam penyusunan langkah-langkah atau kebijakan yang akan ditempu dalam periode berikutnya.
      4. Untuk menghindari gangguan atau hambatan, serta menjamin efektivitas dan efisiensi kerja paada periode berikutnya.[9]
      5. Tujuan Akreditasi

Akreditasi seolah/madrasah bertujuan untuk:

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakannya berdasarkan KTSP.
  2. Memberika pengakuan peringkat kelayakan, dan
  3. Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada program dan atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait.[10]
  4. D.  Ruang Lingkup Evaluasi dan Akreditasi
    1. Ruang lingkup Evaluasi Program

Ruang lingkup evaluasi ini akan menghubungkan apa dan berapa lama evaluasi akan dilaksanakan.

  1. Ruang lingkup evaluasi yang berhubungan dengan apa yang dievaluasi adalah meliputi elemen-elemen yang bersangkut paut dengan pelaksanaan pendidikan yaitu: kurikulum, strategi dan metode pembelajaran, alat-alat atau media, siswa dan guru. Maka kegiatan evaluasi ini memerlukan informasi mengenai:

1)      Tujuan diadakan program

2)      Strategi dan perencanaan

3)      Proses dan pelaksanaan

4)      Hasil dan dampak

  1. Berapa lama evaluasi dilakukan, maka jenis evaluasinya adalah:

1)      Short Term Evaluation, dilakukan sebagai kegiatan “check up” terhadap threatment yang baru yang diintrodusir. Waktu yang digunakan paling lama satu minggu.

2)      Medium Term Evaluation, dilakukan untuk mengevaluasi suatu proyek kurikilum yang dapat dilaksanakan antara satu sampai empat tahun.

3)      Long Term Survey, yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap sekolah yang melakukan suatu program dengan menggunakan berbagai instrumen. Tujuannya adalah mengumpulkan data secara teus menerus tentang standar pencapaian tujuan pembelajaran disemua tingkat dan semua bidang pembelajaran.[11]

  1. Ruang Lingkup Akreditasi Sekolah

Sekolah yang diakreditasi meliputi Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP), Sekolah Menengah Umum (SMU), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Perguruan Tinggi (PTN maupun PTS)

Komponen sekolah yang dinilai dalam akreditasi:

  1. Kurikulum atau proses belajar mengajar.
  2. Administrasi atau manajemen sekolah.
  3. Organisasi atau kelembagaan seklah.
  4. Sarana dan prasarana.
  5. Ketenagaan.
  6. Pembiayaan.
  7. Peserta didik atau siswa.
  8. Peserta masyarakat.
  9. Lingkungan sekolah.

Persyaratan sekolah yang diakreditasi yaitu:

  1. Memiliki surat keputusan kelembagaan unit pelaksana teknis (UPT) sekolah.
  2. Memiliki siswa pada semua tingkat kelas.
  3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan.
  4. Memiliki tenaga kependidikan.
  5. Melaksanaka kurikulum nasional.
  6. Telah menamatkan peserta didik.[12]

 

  1. E.  Langkah-Langkah Evaluasi dan Akreditasi
    1. Langkah-langkah Evaluasi

Secara umum langkah-langkah yang harus dilakukan evaluator dalam melakukan evaluasi pembelajaran, sistem atau program pendidikan menurut Brinkerhoff adalah sebagai berikut:

  1. Fokus evaluasi

Evaluator menentukan objek yang  akan dievaluasi, mengidentifikasi dan mempertimbangkan tujuan, lalu mempertimbangkan elemen-elemen penting yang akan diselidiki

  1. Perencanaan atau desain evaluasi

Evaluator membuat rencana, tujuan umum dan prosedur umum evaluasi.

  1. Pengumpulan informasi

Saat pelaksanaan evaluasi, evaluator harus menentukan sumber informasi seperti apa dan bagaimana informasi itu akan diperoleh. Selanjutnya adalah menganalisis informasi. Evaluator meverifikasi informasi dan kelengkapannya lalu memilih cara analisis yang sesuai. Setelah informasi dianalisis langkah berikutnya adalah pembuatan laporan. Evaluator harus mengidentifikasi siapa saja yang akan memperoleh laporan tersebut, bagaimana kerangka dan format laporan yang akan ditulis atau dikomunikasikan.

  1. Pengelolaan atau pemanfaatan hasil evaluasi

Pelaksanaan evaluasi bukan proses yang sederhana perlu pengelolaan dari segi manusia atau perilaku dan narasumber, prosedur, kontrak, biaya, pelaporan juga pertanggungjawaban.

  1. Meta evaluasi

Langkah terakhir yaitu meta evaluasi. Meta evaluasi berarti mengevaluasi suatu proses evaluasi. Meta evaluasi dilakukan oleh evaluator yang lebih tinggi.[13]

  1. Langkah-langkah Akreditasi Sekolah/Madrasah

Pelaksana akreditasi sekolah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). BAS merupakan badan nonstruktural yang bersifat independen. BAS terdiri dari:

  1. BAS-Nasional yang berkedudukan di Jakarta dan dibentuk oleh Menteri Pendidikan Nasional.
  2. BAS-Provinsi yang berkedudukan di ibukota provinsi.
  3. BAS-Kabupaten/Kota yang berkedudukan di ibukota Kabupaten/Kota yang dibentuk oleh bupati/kota.

Akreditasi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:

  1. Pengajuan permohonan akreditasi dari sekolah.
  2. Evaluasi diri oleh sekolah.
  3. Pengolahan hasil evaluasi diri.
  4. Visitasi oleh asesor.
  5. Penetapan hasil akreditasi.
  6. Penerbitan sertifikat dan laporan akreditasi.

Dalam mempersiapkan akreditasi, sekolah atau madrasah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada Badan Akreditasi Provinsi atau kepada Unit Pelaksana Akreitasi (UPA) kabupaten/kota. Untuk TK dan SD pengajuan akreditasiyang dilakukan oleh sekolah harus mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Setelah menerima instrumen evaluasi diri, sekolah perlu memahami bagaimana bagaimana menggunakan instrumen dan melaksanakan evaluasi diri. Apabila belum memahami, sekolah dapat melakukan konsultasi kepada BAN-SM mengenai pelaksanaan dan penggunaan instrumen tersebut. Mengingat jumlah data dan informasi yang dperlukan dalam proses evaluasi diri cukup banyak, maka sebelum pengisian instrumen evaluasi diri, perlu dilakukan pengumpulan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai sumber data dan informasi.

Masa berlaku akreditasi selama empat tahun. Permohonan akreditasi ulang enam bulan sebelum masa berlaku habis. Akreditasi ulang untuk perbaikan diajukan sekurang-kurangnya dua tahun sejak ditetapkan. Hasil akreditasi berupa:

  1. Sertifikat Akreditasi Sekolah adalah surat yang menyatakan pengakuan dan penghargaan terhadap sekolah atas status dan kelayakan sekolah melalui proses pengukuran dan penilaian kinerja sekolah terhadap komponen-komponen berdasarkan standar yang ditetapkan BAN-SM untuk jenjag pendidikan tertentu.
  2. Profil Sekolah, kekuatan dan kelemahan, dan rekomendasi.

Menetapkan hasil akreditasi yaitu laporan tim asesor yang memuat hasil visitasi, catatan verifikasi, dan rumusan saran bersama dengan hasil evaluasi diri akan diolah oleh BAN-S/M untuk menetapkan nilai akhir dan peringkat akreditasi sekolah sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Penetapan nilai akhir dan peringkat akreditasi dilakukan melalui rapat pleno BAN-SM sesuai dengan kewenangannya.

            Rapat pleno penetapan hasil akhir akreditasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu (50 % + 1) anggota BAN-SM Nilai akhir dan peringkat akreditasi juga dilengkapi dengan penjelasan tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing komponen dan aspek akreditasi, termasuk saran-saran tindak lanjut bagi sekolah, Dinas Pendidikan, maupun Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka peningkatan kelayakan dan kinerja sekolah di masa mendatang. Penjelasan kualitatif dan saran-saran harus merujuk pada hasil temuan dan bersifat spesifik agar mempermudah pihak sekolah untuk melakukan pengembangan dan perbaikan internal dan pihak terkait (pemerintah daerah dan dinas pendidikan) melakukan pemberdayaan dan pembinaan lebih lanjut terhadap sekolah.[14]

 

  1. F.   Prinsip Akreditasi Sekolah

Prinsip-prinsip yang dijadikan pijakan dalam melaksanakan akreditasi sekolah/ madrasah adalah:

  1. Objektif

                         Agar hasil penilaian itu dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya untuk dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan maka dalam prosesnya digunakan indikator-indikator terkait dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan.

  1. Komprehensif

                         Dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah, fokus penilaian tidak hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu saja tetapi juga meliputi berbagai komponenpendidikan yang bersifat menyeluruh.

 

 

  1. Adil

Semua sekolah/madrasah harus diperlakukan sama dengan tidak membedakan sekolah/madrasah atas dasar kultur, keyakinan, sosial budaya, dan tidak memandang status sekolah/madrasah baik negeri ataupun swasta. 

  1. Transparan

Data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah seperti kriteria, mekanisme kerja, jadwal serta sistem penilaian akreditasi dan lainnya harus disampaikan secara terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya.

  1. Akuntabel

 Pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi penilaian maupun keputusannya sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

  1. Profesional

Pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi.[15]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Nur Munajat,Handout Administrasi Pendidikan,2011, hal.32

[2] Ngalim Purwanto,Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,(Bandung:Rosda Karya),2006, hal.3

[4] http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akreditasi&oldid=4715421” diakses tanggal 5 Mei 2012,jam 16.15 WIB.

[5] Ibid, Nur Munajat…hal 35

[6] Ibid, Nur Munajat….hal 33

[7] Ibid, Ngalim Purwanto….. hal.13-15

[9] Ibid,

[10] Ibid,

[11] Ibid, hal 33

[12] Ibid hal. 35

[14] Ibid,

Komentar
  1. rizkyckky mengatakan:

    ALHAMDULILAH

  2. rifankuaja mengatakan:

    ada g’ ya… contoh arsip untuk melengkapi data standar penilaian…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s