1. A.   Pengertian Evaluasi dan Akreditasi
    1. Evaluasi atau penilaian dapat diartikan: “sebagai proses pengukuran dan pembandingan daripada hasil-hasil pekerjaan yang nyatanya dicapai dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai.”(Siagian,1977).
    2. Oteng Sutisna (1979): “Penilaian ialah mengukur dan menilai hasil-hasil dari program-program serta pelaksanaan-pelaksanaan untuk mengetahui betapa baik tujuan-tujuan telah tercapai dan berapa para guru dan personel lainnya telah tumbuh secara profesional.”[1]
    3. Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi atau penilaian merupakan suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data; berdasarkan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan.[2]
    4. Akreditasi berdasarkan UU RI No. 20/2003 pasal 60 ayat (1) dan (3) adalah kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan berdasarkan kriteria yang bersifat terbuka. Kriteria tersebut dapat berbentuk standar seperti yang termaktub dalam pasal 35 ayat (1) yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.[3]
    5. Menurut wikipedia, akreditasi atau pentauliahan adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadaap suatu lembaga pendidikan swasta. Salah satu contoh akreditasi adalah akreditasi pada metode tes laboratorium dan sertifikasi spesialis yang diperbolehkan mengeluarkan sertifikat resmi suatu yang telah memiliki standar.[4]
    6. Akreditasi sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu sekolah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan.[5]

 

  1. B.  Manfaat Evaluasi dan Akreditasi

Manfaat evaluasi program yaitu:

  1. Bagi pelaksana program berguna untuk dasar penyusunan laporan sebagai kelengkapan pertanggungjawaban tugas.
  2. Bagi lembaga atau badan yang membawahi pelaksana program mempunyai data yang akurat sebagai bahan pengambilan keputusan, khususnya untuk kepentingan supervisi.
  3. Bagi evaluator luar dapat bertindak dengan obyektif karena berpijak pada data yang dikumpulkan dengan cara-cara sesuai dengan aturan tertentu. [6]

Sedangkan kegunaan data evaluasi diklarifikasikan menjadi empat golongan sebagai berikut:

  1. Penggunaan Administratif
    1. Administrator dapat menggunakan hasil atau data evaluasi untuk melengkapi kartu catatan-catatan tingkah laku murid, minat, kecakapan, dan kartu kumulatif murid, dan menjadi suatu dasar bagi evaluasi pertumbuhan dan perkembangan individu atau pengelompokan kelas.
    2. Untuk melengkapi laporan-laporan kepada wali murid.
    3. Digunakan sebagai catatan-catatan objektif dan sistematis dari siswa jika seorang murid pindah kesekolah lain.
    4. Penggunaan instruksional
      1. Untuk membantu atau menolong guru dalam cara mengajar yang lebih baik.
      2. Untuk menentukan status kelas atau murid dalam hubungannya dengan tujuan-tujuan pokok kurikulum.
      3. Penggunaan bagi Bimbingan dan Penyuluhan
        1. Untuk memberikan bimbingan dan penaseharan terhadap siswa dalam hal pertumbuhan dan perkembangan fisk, mental, emosional, dan sosial seperti bimbingan dalam memili jurusan, memilih sekolah lanjutan, dan mengenal minat dan kecakapan sendiri.
        2. Bimbingan vocational terutama penting bagi sekolah lanjutan, seperti hal memilih jurusan atau lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pribadi serta kemampuan siswa.
        3. Penggunaan bagi Penyelidikan

                        Digunakan bagi keperluan tjuan penyelidikan seperti dalam penyelidikan tentang bagaimana keefektifan mentode mengajar yang berbeda . Selain itu dapat juga digunakan dalam penyelidikan mengenai kesulitan-kesulitan belajar siswa, kecakapan, dan sifat-sifat pribadi dari siswa tertentu.[7]

Hasil akreditasi sekolah atau madrasah yaitu:

  1. Acuan dalam upaya peningkatan mutu sekolah/madrasah dan rencana pengembangan sekolah/madrasah.
  2. Umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga sekolah/madrasah dalam rangka menerapkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan program sekolah/madrasah.
  3. Motivator agar sekolah/madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap, terencana, dan kompetitif baik ditingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan regional dan internasional.
  4. Bahan informasi bagi sekolah/madrasah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah,masyarakat, maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme, moral, tenaga, dan dana.
  5. Acuan bagi lembaga terkait dalam mempertimbangkan kewenangan sekolah/madrasah sebagai penyelenggara ujian nasional. [8]

 

  1. C.  Tujuan Evaluasi dan Akreditasi
    1. Tujuan Evaluasi
      1. Untuk mengumpulkan atau memperoleh data tentang hasil-hasil yang telah dicapai pada akhir suatu periode pelakssanaan program.
      2. Untuk mengetahui kesulitan atau hambatan yang dialami dalam pelaksanaan program.
      3. Untuk memperoleh dasar bagi pembuatan atau pengambilan keputusan dalam penyusunan langkah-langkah atau kebijakan yang akan ditempu dalam periode berikutnya.
      4. Untuk menghindari gangguan atau hambatan, serta menjamin efektivitas dan efisiensi kerja paada periode berikutnya.[9]
      5. Tujuan Akreditasi

Akreditasi seolah/madrasah bertujuan untuk:

  1. Memberikan informasi tentang kelayakan sekolah/madrasah atau program yang dilaksanakannya berdasarkan KTSP.
  2. Memberika pengakuan peringkat kelayakan, dan
  3. Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada program dan atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait.[10]
  4. D.  Ruang Lingkup Evaluasi dan Akreditasi
    1. Ruang lingkup Evaluasi Program

Ruang lingkup evaluasi ini akan menghubungkan apa dan berapa lama evaluasi akan dilaksanakan.

  1. Ruang lingkup evaluasi yang berhubungan dengan apa yang dievaluasi adalah meliputi elemen-elemen yang bersangkut paut dengan pelaksanaan pendidikan yaitu: kurikulum, strategi dan metode pembelajaran, alat-alat atau media, siswa dan guru. Maka kegiatan evaluasi ini memerlukan informasi mengenai:

1)      Tujuan diadakan program

2)      Strategi dan perencanaan

3)      Proses dan pelaksanaan

4)      Hasil dan dampak

  1. Berapa lama evaluasi dilakukan, maka jenis evaluasinya adalah:

1)      Short Term Evaluation, dilakukan sebagai kegiatan “check up” terhadap threatment yang baru yang diintrodusir. Waktu yang digunakan paling lama satu minggu.

2)      Medium Term Evaluation, dilakukan untuk mengevaluasi suatu proyek kurikilum yang dapat dilaksanakan antara satu sampai empat tahun.

3)      Long Term Survey, yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap sekolah yang melakukan suatu program dengan menggunakan berbagai instrumen. Tujuannya adalah mengumpulkan data secara teus menerus tentang standar pencapaian tujuan pembelajaran disemua tingkat dan semua bidang pembelajaran.[11]

  1. Ruang Lingkup Akreditasi Sekolah

Sekolah yang diakreditasi meliputi Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP), Sekolah Menengah Umum (SMU), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Perguruan Tinggi (PTN maupun PTS)

Komponen sekolah yang dinilai dalam akreditasi:

  1. Kurikulum atau proses belajar mengajar.
  2. Administrasi atau manajemen sekolah.
  3. Organisasi atau kelembagaan seklah.
  4. Sarana dan prasarana.
  5. Ketenagaan.
  6. Pembiayaan.
  7. Peserta didik atau siswa.
  8. Peserta masyarakat.
  9. Lingkungan sekolah.

Persyaratan sekolah yang diakreditasi yaitu:

  1. Memiliki surat keputusan kelembagaan unit pelaksana teknis (UPT) sekolah.
  2. Memiliki siswa pada semua tingkat kelas.
  3. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan.
  4. Memiliki tenaga kependidikan.
  5. Melaksanaka kurikulum nasional.
  6. Telah menamatkan peserta didik.[12]

 

  1. E.  Langkah-Langkah Evaluasi dan Akreditasi
    1. Langkah-langkah Evaluasi

Secara umum langkah-langkah yang harus dilakukan evaluator dalam melakukan evaluasi pembelajaran, sistem atau program pendidikan menurut Brinkerhoff adalah sebagai berikut:

  1. Fokus evaluasi

Evaluator menentukan objek yang  akan dievaluasi, mengidentifikasi dan mempertimbangkan tujuan, lalu mempertimbangkan elemen-elemen penting yang akan diselidiki

  1. Perencanaan atau desain evaluasi

Evaluator membuat rencana, tujuan umum dan prosedur umum evaluasi.

  1. Pengumpulan informasi

Saat pelaksanaan evaluasi, evaluator harus menentukan sumber informasi seperti apa dan bagaimana informasi itu akan diperoleh. Selanjutnya adalah menganalisis informasi. Evaluator meverifikasi informasi dan kelengkapannya lalu memilih cara analisis yang sesuai. Setelah informasi dianalisis langkah berikutnya adalah pembuatan laporan. Evaluator harus mengidentifikasi siapa saja yang akan memperoleh laporan tersebut, bagaimana kerangka dan format laporan yang akan ditulis atau dikomunikasikan.

  1. Pengelolaan atau pemanfaatan hasil evaluasi

Pelaksanaan evaluasi bukan proses yang sederhana perlu pengelolaan dari segi manusia atau perilaku dan narasumber, prosedur, kontrak, biaya, pelaporan juga pertanggungjawaban.

  1. Meta evaluasi

Langkah terakhir yaitu meta evaluasi. Meta evaluasi berarti mengevaluasi suatu proses evaluasi. Meta evaluasi dilakukan oleh evaluator yang lebih tinggi.[13]

  1. Langkah-langkah Akreditasi Sekolah/Madrasah

Pelaksana akreditasi sekolah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). BAS merupakan badan nonstruktural yang bersifat independen. BAS terdiri dari:

  1. BAS-Nasional yang berkedudukan di Jakarta dan dibentuk oleh Menteri Pendidikan Nasional.
  2. BAS-Provinsi yang berkedudukan di ibukota provinsi.
  3. BAS-Kabupaten/Kota yang berkedudukan di ibukota Kabupaten/Kota yang dibentuk oleh bupati/kota.

Akreditasi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:

  1. Pengajuan permohonan akreditasi dari sekolah.
  2. Evaluasi diri oleh sekolah.
  3. Pengolahan hasil evaluasi diri.
  4. Visitasi oleh asesor.
  5. Penetapan hasil akreditasi.
  6. Penerbitan sertifikat dan laporan akreditasi.

Dalam mempersiapkan akreditasi, sekolah atau madrasah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: sekolah mengajukan permohonan akreditasi kepada Badan Akreditasi Provinsi atau kepada Unit Pelaksana Akreitasi (UPA) kabupaten/kota. Untuk TK dan SD pengajuan akreditasiyang dilakukan oleh sekolah harus mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Setelah menerima instrumen evaluasi diri, sekolah perlu memahami bagaimana bagaimana menggunakan instrumen dan melaksanakan evaluasi diri. Apabila belum memahami, sekolah dapat melakukan konsultasi kepada BAN-SM mengenai pelaksanaan dan penggunaan instrumen tersebut. Mengingat jumlah data dan informasi yang dperlukan dalam proses evaluasi diri cukup banyak, maka sebelum pengisian instrumen evaluasi diri, perlu dilakukan pengumpulan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai sumber data dan informasi.

Masa berlaku akreditasi selama empat tahun. Permohonan akreditasi ulang enam bulan sebelum masa berlaku habis. Akreditasi ulang untuk perbaikan diajukan sekurang-kurangnya dua tahun sejak ditetapkan. Hasil akreditasi berupa:

  1. Sertifikat Akreditasi Sekolah adalah surat yang menyatakan pengakuan dan penghargaan terhadap sekolah atas status dan kelayakan sekolah melalui proses pengukuran dan penilaian kinerja sekolah terhadap komponen-komponen berdasarkan standar yang ditetapkan BAN-SM untuk jenjag pendidikan tertentu.
  2. Profil Sekolah, kekuatan dan kelemahan, dan rekomendasi.

Menetapkan hasil akreditasi yaitu laporan tim asesor yang memuat hasil visitasi, catatan verifikasi, dan rumusan saran bersama dengan hasil evaluasi diri akan diolah oleh BAN-S/M untuk menetapkan nilai akhir dan peringkat akreditasi sekolah sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Penetapan nilai akhir dan peringkat akreditasi dilakukan melalui rapat pleno BAN-SM sesuai dengan kewenangannya.

            Rapat pleno penetapan hasil akhir akreditasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu (50 % + 1) anggota BAN-SM Nilai akhir dan peringkat akreditasi juga dilengkapi dengan penjelasan tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing komponen dan aspek akreditasi, termasuk saran-saran tindak lanjut bagi sekolah, Dinas Pendidikan, maupun Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka peningkatan kelayakan dan kinerja sekolah di masa mendatang. Penjelasan kualitatif dan saran-saran harus merujuk pada hasil temuan dan bersifat spesifik agar mempermudah pihak sekolah untuk melakukan pengembangan dan perbaikan internal dan pihak terkait (pemerintah daerah dan dinas pendidikan) melakukan pemberdayaan dan pembinaan lebih lanjut terhadap sekolah.[14]

 

  1. F.   Prinsip Akreditasi Sekolah

Prinsip-prinsip yang dijadikan pijakan dalam melaksanakan akreditasi sekolah/ madrasah adalah:

  1. Objektif

                         Agar hasil penilaian itu dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya untuk dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan maka dalam prosesnya digunakan indikator-indikator terkait dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan.

  1. Komprehensif

                         Dalam pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah, fokus penilaian tidak hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu saja tetapi juga meliputi berbagai komponenpendidikan yang bersifat menyeluruh.

 

 

  1. Adil

Semua sekolah/madrasah harus diperlakukan sama dengan tidak membedakan sekolah/madrasah atas dasar kultur, keyakinan, sosial budaya, dan tidak memandang status sekolah/madrasah baik negeri ataupun swasta. 

  1. Transparan

Data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah seperti kriteria, mekanisme kerja, jadwal serta sistem penilaian akreditasi dan lainnya harus disampaikan secara terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya.

  1. Akuntabel

 Pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi penilaian maupun keputusannya sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.

  1. Profesional

Pelaksanaan akreditasi sekolah/madrasah dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi.[15]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Nur Munajat,Handout Administrasi Pendidikan,2011, hal.32

[2] Ngalim Purwanto,Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,(Bandung:Rosda Karya),2006, hal.3

[4] http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akreditasi&oldid=4715421” diakses tanggal 5 Mei 2012,jam 16.15 WIB.

[5] Ibid, Nur Munajat…hal 35

[6] Ibid, Nur Munajat….hal 33

[7] Ibid, Ngalim Purwanto….. hal.13-15

[9] Ibid,

[10] Ibid,

[11] Ibid, hal 33

[12] Ibid hal. 35

[14] Ibid,

Iklan

Kesempurnaan Bumi Sebagai Planet Kehidupan
A. Pengertian Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam tata surya. Bumi terletak diantara planet Venus dan Mars. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer. Bumi berotasi dan berevolusi. Lama rotasi bumi yaitu 24 jam, sedangkan lama revolusi bumi adalah satu tahun.
B. Lapisan dan Struktur Bumi
Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer) yang melindung permukaan bumi dari angin matahari , sinar ultraviolet dan radiasi dari luar angkasa. Lapisan udara ini menyelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. Lapisan udara ini dibagi menjadi:
1. Tropoosfer
Adalah lapisan terbawah atmosfer. Peristiwa yang terjadi sehari-hari misalnya angin, embun, hujan, salju. Pada troposfer, terjadi angin kencang.
2. Stratosfer
Yaitu lapisan atmosfer diatas troposfer. Tidak ada awan dan hujan dilapisan ini. Pada lapisan ini terjadi angin tenang. Selain itu pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang dapat menolak sinar ultraviolet.
3. Mesosfer
Merupakan lapisan ketiga yang terletak diatas stratosfer, 80-800 km dari permukaan laut. Dengan pancaran sinar lembayung dari matahari, maka atom-atom dari lapisan udara ini akan terionisasi sehingga terjadilah aliran-aliran listrik yang kuat. Lapisan ini memegang peranan penting dalam pemantulan gelombang-gelombang radio.

4. Eksosfer
Adalah lapisan udara terluar. Pada lapisan ini pengaruh gaya berat hampir tidak terasa lagi.
Selain itu, bumi mempunyai struktur, yaitu:
1. Kerak bumi
Adalah lapisan paling tipis dari planet bumi. Kerak bumi merupakan lapisan terluar bumi yang keras. Diberbagai benua kerak ini memiliki ketebalan rata-rata 40 km, tetapi berkurang menjadi 10 km dibawah lautan. Ahli geokimia F.W Clarke memperhitungkan bahwa sekitar 47% kerak bumi terdiri dari oksigen.
2. Mantel Bumi
Mantel bumi terletak dibawah kerak bumi yang mencapai beberapa ribu km. Dibagian atas mantel terdapat suatu lapisan yang bernama astenosfer dimana batu-batunya sangat panas dan hampir melebur.
3. Inti Bumi
Inti bumi atau yang disebut barisfer atau sentrosfer adalah struktur terdalam. Inti bumi ini terbuat dari besi dan bebrapa nikel.
Selain lapisan udara dan struktyr, bumi juga memiliki lapisan air atau hidrosfer. Ynag dimaksud dengan hidrosfer adalah semua perairan yang ada dibumi yaitu samudera, laut, danau, sungai, air tanah. Hidrosferr dibumi kira-kira mencapai 71%, terdiri dari sebagian besar samudera dan lautan. Cabang-cabang ilmu yang menyangkut hidrosfer adalah:
1. Oseanografi: ilmu yang memelajari tentang lautan.
2. Hidrologi: ilmu yang memelajari air yang mengalir. Misalnya air sungai, air dilapisan tanah, air yang memancar. Dalam prateknya ilmu ini sangat penting dalam pembangunan irigasi atau bendungan.
3. Glasiologi: ilmu yang memelajari es dan sungai es, proses penyebarannya terdahulu, sekarang, dan perkiraan masa depan.
C. Lahirnya Bumi dan Terbentuknya Benua dan Samudera
1. Lahirnya Bumi
Menurut hipotesa Laplace (1796), pusat dari tata surya adalah matahari. Dalam ukuran yang lebih kecil, setelah beberapa lama matahari peledakan yang juga melahirkan awan panas dan dalam proses kondensasi melahirkan planet-planet (teori kontraksi-ekspansi), salah satu diantaranya adalah bumi. Bumi yang mengaami proses kontraksi (pengerutan) dan suatu saat mengalami ekspansi (peledakan). Dalam ekspansinya bumi melontarkan sebagian dari bagiannya dalam keadaan panas, dan kelamaan akan dingin sehingga terbentuklah bulan sebagai satelit. Dan bagian yanag terlepas tersebut akan terbentang lubang yang sekarang diduga sebagai samudera pasifik. James Jeans dan Harold Jeffreys (1919) juga mengemukakan bahwa planet-planet adalah hasil dari percikan matahari.
2. Terbentuknya Benua
Alfred Lothar Wagener (1880-1930) adalah seorang ahli geofisika dan meteorologi bangsa Jerman mengemukakan Teori Apung Benua. Benua pada mulanya merupakan satu benua besar (supercontinental) yang disebut Pangaea (225 juta tahun yang lalu). Benua besar tersebut retak dan bergeser menjauhi satu dari yang lain sehingga terbentuklah tiga benua yaitu Eropa-Asia, Amerika-Afrika, Australia- Antartika. Kemudian kira-kira 135 juta tahun yang lalu benua Amerika-Afrika terpisah dan disela-selanya terbentuk samudera Atlantik. Akhirnya Australia-Atartika juga terpisah dan terbentuklah samudera Hindia.
Para pakar geologi di Universitas Colombia menunjukkan bahwa salah satu corak topografi bumi yang dominan adalah sebuah rantai pematang pegunungan sepanjang 75.600 km yang berkelok-kelok dibawah sebagian besar lautan, yang digambarka sebagai jahitan bola baseball yang tidak terputus.
3. Terbentuknya Samudera
Bumi yang semula berupa awan panas, mencair dengan temperatur yang tinggi dan berangsur-angsur dingin berupa daratan dan terjadi benua. Pada saat bumi mendingin banyak unsur yang berupa gas terutama H2, CH4, dan NH3, terlepas dalam bentuk gas, keluar berbentuk lapisn awan tebal melapisi bumi, demikian selanjutnya terjadi penguraian karena terkena sinar matahari langsung sehingga terjadilah lapisan udara atau atmosfer yang sekarang ini. Bersamaan dengan terbentuknya atmosfer terjadi pula proses pendinginan udara dan hujan yang sekaligus akan mempercepat pendinginn bumi. Siklus yang berlangsung milyaran tahun akan membentuk kumpulan air dilekukan-lekukan permukaan bumi. Lautan terdahulu pada mulanya diduga hanya 10% dari lautan yang ada saat ini.
D. Keunggulan Bumi
Bumi memiliki kesempurnaan, diantaranya:
1. Jika bulan lebih jauh maka keseimbangan ekosistem flora dan fauna maritim akan tidak jelas karena pasang surut tidak berlaku lagi.
2. Kadar Oksigen di bumi adalah 21% daripada udara yang lain. Jika kadar oksigen bertambah akan mudah terjadi kebakaran karena oksigen adalah agen pembakaran. Bahkan kebakaran singkat bisa mengakibatkan letusan yang dahsyat.
3. Jika kadar oksigen kurang dari sekarang, maka semua makhluk akan berebut untuk bernafas karena kurangnya oksigen dan otak manusiapun memerlukan oksigen untuk berfikir dengan baik.
4. Jika ukuran bumi lebih kecil dari sekarang, gaya gravitasnya semakin lemah. Kemudian udara akan terlepas ke angkasa. Air tidak akan mengalir, maka bumi akan mengalami kekeringan.
5. Jika bulan dengan bumi berjarak dekat sekali, maka air laut akan membanjiri daratan saat pasang.

E. Bumi Sebagai Planet Kehidupan
Tidak ada planet selain bumi yang dipenuhi kehidupan. Terdapat keselarasan, dan keseimbangan antara udara, air, dan kehidupan darat. Jutaan binatang, tumbuhan dan bintang semua dalam bentuk yang berbeda hidup dan diciptakan dalam satu planet yang istimewa. Segala tinjauan terhadap planet yang kita huni akan menunjukkan kepada kita, bahwa bumi dirancang terutama untuk manusia. Agar kita dapat melihat bahwa keadaan di bumi dirancang secara khusus, kita cukup melihat kondisi di planet-planet lain secara kasar. Ambillah Mars, misalnya. Lapisan udara di Mars merupakan campuran beracun yang mengandung karbondioksida dalam kadar tinggi. Tidak ada air di permukaan planet. Kawah besar yang terjadi akibat tabrakan meteor raksasa. Begitu pula dengan cuaca, sering terjadi badai raksasa dan badai pasir yang berlangsung selama berbulan-bulan tanpa henti. Suhu rata-rata -53oC (-64oF).
Dengan mempertimbangkan ciri-ciri ini secara keseluruhan, Mars, yang memiliki paling banyak kesamaan dengan bumi di antara planet-planet yang berada di sekitar kita, jelas merupakan planet mati yang tidak memungkinkan adanya kehidupan. Perbandingan ini dengan gamblang menunjukkan bahwa ciri-ciri yang menjadikan bumi sebuah tempat yang dapat dihuni benar-benar merupakan nikmat yang tidak terkira. Dia Yang menciptakan seluruh jagat raya, membentuk dengan sempurna bintang-bintangnya, planet-planet, pegunungan dan lautan, adalah Allah. Sepanjang kehidupan kita, kita harus berterimakasih atas nikmat dan ciptaan-Nya, dan menjadikan-Nya sahabat dan pelindung. Allah, Pemilik segala sesuatu, adalah pemilik segala pujian

F. Dalil tentang Penciptaan Bumi sebagai Planet Kehidupan
1. QS. An Nahl: 16
Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
2. (QS. An Nahl, 16: 10)
Semua sifat kimia dan fisika air, yang baru sedikit dicukilkan di sini, menunjukkan kepada kita bahwa cairan ini sudah diciptakan demikian khusus untuk kebutuhan ummat manusia. Jelas bukan kebetulan bahwa air tidak tersedia di planet selain bumi. Bumi, yang telah diciptakan khusus untuk kehidupan manusia, telah merekah dengan kehidupan melalui adanya air, yang juga telah diciptakan dengan khusus. Allah, yang telah menciptakan nikmat yang tidak terhitung banyaknya bagi hamba-hamba-Nya dan melimpahkan kepada mereka cara kehidupan yang mudah, telah menciptakan air dengan ketelitian dan cita rasa seni yang khas. Sebagaimana yang dinyatakan-Nya di dalam Al-Quran, “Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit…
3. QS.2 Al-Baqarah:22
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, alu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-kutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

Referensi:
1. H. Nizamuddin, dkk.1991.Ilmu Alamiah Dasar.Jakarta:Ghalia Indonesia.
2. Kerrod, Robin.2005.Astronomi.Jakarta:Penerbit Erlangga.
3. http://google/wikipedia-bumi/

puisi

Posted: Maret 8, 2012 in Uncategorized

HILANG 

Kala langit tak lagi ada

Kala mendung tak mendatangkan hujan

Kala bumi tak dapat kuhinggapi

Air tak sejernih embun pagi

Alam hilang pada waktunya

Keindahan bukanlah segalanya

Hidup sebatas tugu belaka

Saat itu aku hilang

Saat itu aku jatuh

Saat itu pula aku pergi

Ketika tak seorangpun berdiri

Tangan tak lagi berfungsi

Kaki hanya berhenti

Tanpa berpikir untuk berlari

Kini tangisan dan jeritan menggebu

Bah menggoncangkan pertiwi

Otak hanya mampu berkata

“mungkin kiamat menghampiri”

Hello world!

Posted: Maret 8, 2012 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.